0

Aceh 2005

Posted by duniayuda on Mar 26, 2012 in Buku Harian Aduy

bd2ba334067e6331d0bd8432683e2031_acehIni merupakan perjalanan pertama Aduy dengan pesawat terbang, gratis lagi (padahal dari smp sudah punya keinginan pokoknya klo Aduy kaya nanti harus, kudu, wajib nyobain naik pesawat)? eh ternyata ga usah nunggu kaya dulu untuk naik pesawat soalnya dibayarin (ndeso ya :P). Walaupun gratis, perjalanan Aduy kesana kali ini bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk menjadi salah satu Relawan pasca Tsunami Aceh dari Gerakan Mahasiswa Peduli Aceh, Kontingen BEM Unila. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 utusan Mahasiswa dari seluruh Universitas di Seluruh Indonesia yang selanjutnya akan disebar ke 3 wilayah besar di NAD yang cukup parah terkena dampak Tsunami 2004 lalu, 3 daerah itu ialah Aceh Jaya, Aceh Barat dan Kepulauan Simeuleu.

Aduy sendiri kebagian ditempatkan di Aceh Jaya, daerah yang paling parah dibandingkan 2 tempat lainnya, dan aAduy ditunjuk sebagai koordinator dusun Kota Tuha dan Ladang Baro. Sebulan lebih Aduy dan teman-teman Mahasiswa Nasional lainnya ditempatkan di Tanah Rencong ini. Berusaha untuk dapat menolong sesama, berkarya dan menjalin tali silaturahim.
Yang pasti saat ini Aceh bukan tempat yang asing lagi bagi Aduy, bahkan cukup banyak mengisi ruang memori otak dan relung hati. Bagi Aduy Acehmerupakan Pelajaran, Pengabdian, Persaudaraan dan Sebuah Lagu, ya, sebuah lagu rakyat yang selalu mengingatkannya akan Tanah Rencong, sebuah lagu pengantar tidur dari seorang ibu yang mendambak ananaknya menjadi pejuang dan mengikhlaskannya apabila harus menjemput syahid (gugur) didalam peperangan. Di dalam hati Aduy bertanya “Ya Allah dapatkah aku menjadi anak yang diidamkan oleh ibu tersebut ?”

Berikut petikan lirik lagu tersebut :

DO DA IDI

alaihaido…do da idi

boh gadong bi boh kaye uteun

rayeuk sinyak hana peu ma bri

ayeb ngeon keuji ureung donya kheun

Allah hai do do da ida

seulayang blang ka putoh taloe

beurijang rayeuk muda seudang

tajak bantu prang ta bela nanggroe

wahe aneuek bek ta duek le

beudoeh sare ta bela bangsa

bek ta takoet ke darah ile

adak pih mate poma ka rela

jak lon tateh

meujak lon tateh

beudeoh hai aneuk tajak u aceh

mube bak oen ka meube timphan

meube badan bak sinyak aceh

Allah hai po

ilah homhak

gampong jarak hana troeh lon woe

adak na bule uloen teureubang

mangat rijang troeh u nanggroe

Allah hai jak

lon timang preuk

sayang riyeuk disipreuk pante

oh rayeuk sinyak yang puteh meupreuk

toeh sinaleuk gata boh hate

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
2

PR “Kecil” Untuk PRJ 2011

Posted by duniayuda on Jun 21, 2011 in Buku Harian Aduy

logo-prj2Jum’at, sore hari Aduy dan Bebek jalan-jalan ke Pekan Raya Jakarta naik motor merah kesayangan Aduy. Sampai di PRJ sekitar pukul 17.45 WIB, Aduy agak kesulitan alias “riweh” ketika ingin memarkir motor di areal parkir PRJ, pasalnya beberapa bapak-bapak beratribut salah satu ormas telah terlebih dahulu mengarahkan pengendara motor untuk parkir di taman dekat pintu masuk PRJ, alhasil Aduy dan Bebek memarkir motornya di Taman, karena tidak berhasil menerobos kerumunan para navigator tadi.

Sampai di Loket Aduy disambut oleh nenek-nenek yang sedang marah-marah sama tukang penjaga loket karena tidak berhasil mendaftar free ticket khusus manula di loket tersebut dan harus antri lagi di loket khusus, padahal dia tidak menemukan petunjuk yang menyatakan bahwa “manula harus antri di loket khusus” serta tidak ada yang menerangkan bahwa “free ticket untuk manula hanya berlaku 1x”…duuh sabar yah nek :( . “Bek ternyata harga ticketnya naik terus tiap minggunya, mana mahal lagi”, ungkap Aduy sambil mengeluarkan uangnya yang tinggal selembar lagi itu dari dompetnya..he..he.

Sejenak sebelum masuk, Adzan Maghrib pun berkumandang. Aduy dan Bebek pun kemudian mencari Masjid untuk sholat, karena tidak tahu dan tidak ada satu petunjuk pun di pintu masuk, maka Aduy berinisiatif menanyakan dimanakah gerangan letak Masjid berada, ternyata eh ternyata tidak ada satu orang petugas pun yang mengetahui secara pasti dimana letak Masjid atau Mushola berada (plis deh, tinggal jawab tempat kalian biasanya sholat di PRJ aja susah banget, atau ?). “Ah mungkin di dalam ada petunjuknya kali bek”, “iyalah pasti ada kali ?!” jawab Bebek…dan eng ing eng…gak nemu dong si Aduy dan Bebek sama tuh petunjuk dimana letak masjid or mushola berada..(sorry Bek kali ini perkiraan Bebek meleset). Akhirnya setelah bertanya dengan bapak satpam di salah satu gedung di PRJ ketemulah Aduy dan Bebek dengan Mushola yang berada di lantai 2 gedung tersebut. Sampai di Mushola suasana udah “crowded” banget, karena ternyata Mushola tersebut terletak di ujung selasar kecil dekat WC dan tangga darurat. Aduy sangat miris ketika melihat Bebek dan kaum hawa lainnya harus sholat desek-desekan di selasar (yang tentunya bukan diperuntukan untuk sholat)..so jadilah mereka harus sholat berdekatan dengan parkiran sandal2 kaum adam yang gak usah diceritain bagaimana baunya. Tidak jauh dari sana, karena emang tempatnya mepet dan “se-empret” Aduy pun kemudian merasakan hal yang “serupa tapi tak berbeda” dengan bebek, yaitu sholat maghrib berjamaah intim alias hampir tidak ada satupun anggota tubuh disebelah kiri dan kanan yang tidak berhimpitan dengan jamaah lainnya (kayaknya 4 menit shalat disana, kalo bagi orang yang punya asma, udah kambuh deh ?!).

So sekitar 4 jam lebih Aduy dan Bebek menghabiskan waktu di PRJ, menarik sih melihat produk-produk terbaru dan unik dari produsen-produsen besar dan stand-stand perwakilan daerah, it’s time to go home dan ambil motor di parkiran jadi-jadian di taman depan pintu gerbang PRJ, dan berapa yang harus dibayar untuk 4 jam parkir sepeda motor?…the result is Rp 8.000 ,- …terus yang belum 4 jam berapa? = Rp 8.000,- (itu kali yang namanya lama - bentar tarif sama). Walau demikian perjalanan PRJ ini terasa manis bagi Aduy dan Bebek, karena merupakan salah satu perjalanan cinta bagi mereka yang baru saj menikah…kita sama-sama doain yuk biar cepet dikasih momongan dan rumah tangganya langgeng sampe kakek-nenek bahkan sampai kembali ke pangkuanNya :)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

 
2

Perebutan Andalusia + Pembantaian di Granada = April Mop

Posted by duniayuda on Jan 19, 2011 in Kontemplasi

andalucia-1
Pada 1238 Cordova jatuh ke tangan Kristen, lalu Seville pada 1248 dan akhirnya seluruh Spanyol. Hanya Granada yang bertahan di bawah kekuasaan Bani Ahmar (1232-1492). Kepemimpinan Islam masih berlangsung sampai Abu Abdullah. Kemudian dia meminta bantuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Abu Abdullah sempat naik tahta setelah ayahnya terbunuh. Namun Ferdinand dan Isabella kemudian menikah dan menyatukan kedua kerajaan. Mereka kemudian menggempur kekuatan Abu Abdullah untuk mengakhiri masa kepemimpinan Islam sama sekali di bawah kekuasaan raja dan ratu Katolik tersebut.

Sejak itulah, seluruh pemeluk Islam juga Yahudi, dikejar-kejar untuk dihabisi sama sekali atau berpindah agama. Mega proyek Imperium Kristus dengan hegemoninya terhadap pemeluk Islam itu dibawa oleh pasukan Spanyol yang beberapa tahun kemudian menjelajah hingga kawasan Asia tenggara tepatnya di Filipina. Kesultanan Islam di Manila pun mereka bumihanguskan, seluruh kerabat Sultan mereka perangi.

Alhasil memasuki Abad ke-16, Tanah Andalusia yang selama delapan Abad dalam naungan Islam kemudian bersih sama sekali dari keberadaan Muslimin setelah ekspansi besar-besaran para penguasa barat dengan imperium kristusnya merebut Andalusia dengan mengakhiri cerita pada Tragedy Granada, dimana Umat Islam ketika itu dihabisi dengan kejam tanpa belas kasihan.

Sebenarnya kejadian ini lebih dikenal dan disulap menjadi perayaan April mop (April Fools’ Day) di kalangan masyarakat dunia dan diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah, padahal tidak demikian di kalangan umat Islam, keduanya saling berlawanan. Pada bulan itulah umat Islam di habisi dengan cara dibohongi dengan jaminan keselamatan dari pasukan Kristus dengan meninggalkan Granada tanpa disakiti sedikitpun, alih-alih diberikan keselamatan yang terjadi justru sebaliknya umat Islam dihabisi dan lengkaplah sudah kisah akhir Andalusia dengan Tragedy berdarah ini.
Read more…

Tags:

 
1

Aduy @ Borneo (October 2009)

Posted by duniayuda on Nop 5, 2010 in Buku Harian Aduy

thumbnailPerjalanan Aduy kali ini ke Kalimantan Tengah, merupakan flashback dari perjalanan sebelumnya di tahun 2008. Secara keseluruhan wajah Pulau Borneo ini masih sama seperti kunjungan terakhir Aduy 1,5 tahun yang lalu,walaupun saat ini relatif kurang ‘menantang’ karena jalan-jalan yang dilalui Aduy kebanyakan sudah bukan tanah belepotan gak karuan penuh lobang dan guncangan lagi :P. Namun demikian melihat lautan pepohonan nan hijau cukup menyadarkan hati Aduy untuk bersyukur kembali betapa indah dan sistematiknya Allah SWT menciptakan dunia, bayangpun eh bayangkan ribuan produsen oksigen sekaligus penyerap karbon terhampar luas disini, walaupun sudah cukup gundul dibeberapa titik.

Oleh karena itu sebenarnya terlepas dari kebutuhan manusia yang tak pernah merasa cukup, pelestarian hutan dan perang terhadap ilegal logging hendaknya tidak menjadi jargon-jargon yang hanya terucap saja, karena sungguh terasa ataupun tidak dengan eksploitasi kayu secara membabi buta (btw kecolok apa yah Babinya ampe buta gitu?) sesungguhnya kita telah mempercepat “pembangunan” bumi menuju kehancuran…sekian berucap mari bertindak, rawat bumi dengan bijak, cari terus sumber daya alternatif, dan kurangi makan es krim :P…lho bener tho ? kan gagang/sendok eskrim terbuat dari kayu :P

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
1

Halo dunia!

Posted by duniayuda on Jan 25, 2010 in Kontemplasi

Assalamualaikum Warrohmatullahi Wa Barrokatuh…

Suatu ungkapan salam ummat muslim sedunia yang ingin kusampaikan sebagai bentuk doaku untuk keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah SWT untuk kita semua…

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

 
0

Evolusi Tikus ?!

Posted by duniayuda on Jan 28, 2010 in Buku Harian Aduy

Pada satu malam Aduy pernah bertanya dalam hati…apakah tikus berevolusi ?. Pertanyaan ini terbersit ketika ada satu peristiwa lucu bin ngagetin. Malam itu si foni kucing adiknya Aduy (padahal cowok, tapi kenapa dinamain foni ya sama adiknya ?) sedang berlari ke beranda belakang tanpa dia sadari ternyata dia bertemu dengan seekor tikus besar yang tengah berlari juga ke arahnya, akhirnya keduanya bertemu di satu titik. Secara mengejutkan si foni kabur balik arah menghindari tikus itu dan si tikus (setelah berhenti sebentar) melanjutkan pelariannya setelah menggerogoti kain, (yang lebih seperti mengejar foni)…akhirnya Aduy menyimpulkan berarti dunia udah kebalik. sekarang kucing yang takut sama tikus. wajar aja sih soalnya tikus sekarang gede-gede dan nyeremin…so apakah tikus berevolusi ?!

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
0

Aduy Lembur ?

Posted by duniayuda on Jan 29, 2010 in Buku Harian Aduy

Malam ini aduy lembur ampe jam 10 malam. Eh lebih tepatnya nemenin dua temen lembur. sebenernya dari pagi Aduy ngerasa nggak enak badan alias rada batuk ( berdahak ijo-ijo gimana gitu :P ). Tapi enatah karena solidaritas, atau iseng klo dirumah gak ada kerjaan, atau karena sebungkus pecela ayam yang disediakan gratis akhirnya Aduy memutuskan untuk ikut pulang hingga larut malam kayak gini ?!.

Sekitar 20 menit yang lalu Aduy ditelepon oleh adiknya yang bernama Nilam yang disambung oleh suara ayahnya yang baik hati, dan tiak sombong itu. Yup tepat menanyakan perihal Aduy yang belum juga pulang. Di telepon tadi Aduy berkata kepada ayahnya, bahwa ia akan pulang sekitar 5 menit lagi. Karena Aduy adalah lelaki (even banyak yang meragukan :P. soalnya belum nikah2 juga)..dan setiap perkataan lelaki ialah janji, maka Aduy sadar ia sudah melewati ratusan detik dari janjinya dan harus segera pulang untuk menunaikan janji kepada ayahnya. Tapi kok sekarang masih sempet-sempetnya ngetik di Blog ?!…he..he bandel ye !…udah ah Aduy harus pulang sekarang !!!! See u…
Bersambung…

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
0

Si Aduy dan Travelling

Posted by duniayuda on Feb 1, 2010 in Buku Harian Aduy

Emang udah rejeki si Aduy kali yah?. Pas punya hobi Traveling pas dapet kerjaan yang sering mengirimnya ke daerah-daerah di Indonesia. Seperti kata orang hidup yang nikmat itu ialah hidup pas-pasan, pas butuh duit pas ada yang ngasih, pas lapar pas ada yang mau traktirin (dasar otak gratisan :P)he..he.

Bicara soal gratisan. Apa yang dialami Aduy, sebenernya masih berhubungan juga sih sama kata yang satu itu. Khususnya kerja sambil jalan-jalan gratis . Dari kecil Aduy memang sudah suka sama yang namanya jalan-jalan. Mulai dari jalan-jalan ke Kampung Tetangga sampai Traveling ke Desa Tetangga (btw Kampung sama Desa apa bedanya ye ? ). .mmhh. Gak cuma itu raport SD Aduy juga sampai ada 6 cap dari SD dan Daerah yang berbeda (klo pindah-pindah rumah kayak gitu termasuk traveling gak yah ?)..mmhh. Eits tapi bukan karena teroris si Aduy sering pindah rumah. melainkan karena ayahnya yang sering pindah tugas kerja, jadi mau tak ingin, Aduy harus ikut pindahan juga.

Hobi itu terus berkembang dan mulai lebih ter-eksplore semenjak ia merantau kuliah ke Lampung. Karena sering ikut organisasi dan kegiatan-kegiatan kampus Aduy mulai sering mengunjungi daerah-daerah di sekitaran Lampung, Sumatera dan Jawa (sekalian pulang kampung, eh pulang kota deng). Setelah lulus Aduy bekerja di Surakarta (Solo) dan disini juga Aduy sering berkunjung ke daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di tempat kerja yang sekarang selama 2 tahun ini Aduy mulai sering menjangkau daerah-daerah yang mengharuskannya menggunakan jalur Udara. Hingga saat ini tercatat, mulai Aceh hingga NTB sudah Aduy kunjungi. Tetapi bukan hanya itu sebenarnya yang Aduy selalu syukuri. Ada kenikmatan lain yang menjadi oleh-olehnya dari setiap perjalanan, yaitu nikmat persaudaraan, persahabatan dan silaturahim…Thanks Allah, for All…

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
2

Tiga Hal Yang Menyebabkan Dubes Jerman Masuk Islam

Posted by duniayuda on Feb 1, 2010 in Kontemplasi

Di kalangan cendikiawan Muslim nama Dr Murad Hoffmann bukan nama yang asing lagi. Mantan dubes Jerman yang pernah bertugas di Al-Jazair dan Maroko ini bukan hanya terkenal karena ia adalah seorang mualaf tapi juga karena buah pikirannya tentang Islam yang dituangkan dalam buku-buku yang sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Diantara buku-bukunya yang terkenal adalah “Diary of A German Muslim” dan “Journey to Islam” yang menceritakan bagaimana Hoffmann yang berasal dari keluarga Katolik memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
Read more…

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
89

Indonesia “bangsa rendang” bukan “bangsa steak” !

Posted by duniayuda on Feb 3, 2010 in Hangat Kuku

Melihat wajah hasil reformasi Indonesia ada rasa senang bercampur miris. Senang karena hari ini kita dapat lepas dari tembok-tembok yang mengungkung kebebasan berfikir, berpendapat dan berkreasi. Namun disisi lain ada rasa miris dihati, karena kebebasan seringkali diartikan dengan kebebasan yang tak terbatas dalam segala hal.

Kita masih teringat dengan gonjang-ganjing RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, Kasus Film Miyabi, hingga ke peristiwa penempelan foto presiden di (maaf) pantat kerbau dalam aksi 100 hari pemerintahan SBY. Kita tentunya patut bersyukur dapat bebas berpendapat dan menyambut baik hadirnya demokrasi yang sehat. Namun semestinya kebebasan berekspresi (atau apapun namanya) yang hadir saat ini, hendaknya jangan merubah identitas dan adab bangsa. Ratusan tahun kita bangga menjadi bangsa yang berbhineka tunggal ika, pemberani dan SANTUN…pantaskah semua itu terganti oleh suatu gerakan yang membuat kita kehilangan karakter sebagai bangsa yang saling menghargai sesama. Kita mungkin sepakat pemerintahan saat ini cenderung lambat dan terdapat kecacatan disana-sini. Sayapun secara pribadi membenci pemerintahan yang tidak pro rakyat dan tidak menjunjung tinggi keadilan, tapi mungkin kita patut lebih membenci kemerosotan karakter bangsa yang dapat menjadikan kita bangsa yang tidak beradab…mari menghadirkan suatu kebebasan dengan santun…kita bukan mereka, kita Indonesia !!!…Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
2

MASYARAKAT DAUN KERING (Sebuah Analogi Kondisi Masyarakat)

Posted by duniayuda on Apr 20, 2010 in Kontemplasi

daunkeringDaun Kering, meskipun banyak tetapi ringan. Jika dianalogikan dengan kondisi masyarakat maka masyarakat seperti ini berada pada kondisi yang lemah. Meski banyak namun tidak berkualitas, tidak dapat mempunyai kekuatan untuk merubah segala kekurangan atau melawan segala bentuk penjajahan.
Daun Kering, selain ringan juga bersuara nyaring. Masyarakat seperti ini hanya bisa berkomentar, “seharusnya begini – semestinya begitu”, “dulu kita kuat, kita adidaya”…namun tidak bisa mewujudkan/membuktikan dalam bentuk tindakan.
Daun Kering, sulit untuk dikumpulkan. Kondisi masyarakat seperti ini sudah sampai pada kondisi masyarakat yang “membahayakan”, sebab masyarakat pada kondisi ini sangat mengedepankan materialis, oportunis yang kemudian mengacu kepada masyarakat yang egois dan individualis. Ketika kondisi masyarakat telah sampai pada kondisi seperti ini pada suatu negara, maka tunggulah kehancurannya.
Daun Kering, sangat mudah terbakar. Inilah kondisi masyarakat yang “chaos”, penuh kecurigaan, penghasutan, saling menjatuhkan dan menghancurkan diantara satu sama lain. Jangan berharap lagi keharmonisan dan kenyamanan hidup akan tercipta pada suatu wilayah/negara yang memiliki kondisi masyarakat seperti ini. Karena nilai-nilai luhur kemanusiaan tidak dikenal lagi pada kondisi ini.
Pertanyaannya ialah: Apakah analogi “Daun Kering” ini sudah sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia?…Wallahu A’lam bi Shawaf

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
0

Aduy dan Masa Kecil

Posted by duniayuda on Jul 21, 2010 in Buku Harian Aduy

yuda-kecil2_faceAduy kecil tuh sebenarnya anak yang baik tapi badung (loh eh ?!)…gak maksudnya doski meskipun nakal tapi sebenernya gak berniat untuk jadi anak nakal (tuh kan tambah puyeng penjelasannya..he..he). Aduy kecil besar di sebuah kampung kecil bernama Balanyengked, Kecamatan Tanjung Wangi di Kabupaten Subang. Aduy kecil bersekolah di SD Inpres (Instruksi Presiden), walau namanya keren, dengan ada embel-embel “presidennya”, tapi ternyata sekolah Inpres ini ditujukan untuk desa-desa yang tergolong desa tertinggal…hi..hi ..miris yah:P.

Pulang sekolah biasanya aduy langsung bermain bersama teman-teman sekampungnya.Agenda rutin yang biasa dilakukan sebelum main ialah Cucurak (makan bareng dengan membagi tugas terlebih dahulu untuk membawa lauk pauk yang berbeda-beda dari rumah, kemudian dikumpulkan untuk disantap bersama) di base camp (sebuah saung kecil di tengah sawah). Untuk urusan cucurak ini jika Aduy dan teman-teman gak perlu takut kekurangan lauk, karena jika lauk yang dibawa tidak mencukupi biasanya siasat jahat telah siap di otak kami (walaupun jarang sekali dilakukan lho)..yaitu BAB di “Toilet Cemplung” berukuran 1 x 0.8 m. Toilet paling prestisius. Bagaimana tidak, di toilet inilah bahkan kotoran kita pun sangat dihargai, layaknya artis yang selalu siap dinanti wartawan, ikan-ikan empang pun selalu siap di bawah toilet untuk menanti kotoran kita…duh tersanjung deh rasanya . Oh iya balik lagi ke siasat jahat, modusnya seperti ini, selain ada seorang yang BAB di “toilet cemplung”, ada salah seorang lagi yang harus siap menyerok ketika ikan-ikan sedang berebut kotoran di bawah toilet, dan siasat ini hampir 99% selalu berhasil dengan menggondol dua atau beberapa ikan secukupnya untuk dibakar di saung. Selain cucurak sering juga menghabiskan waktu siangnya dengan main senapan tulang daun pisang, bermain dan membuat gangsing dari pohon kopi, ngangon kambing dll.

Sore harinya sebelum pulang ke rumah, hampir tidak pernah dilewatkan oleh Aduy dan teman-teman untuk “ngojay” atau mandi bareng di sungai dekat areal persawahan, biasanya untuk menambah keasyikan “ngojay”, Aduy dan teman-teman mencari batang pohon pisang untuk dijadikan perahu-perahuan yang kemudian dinaiki bersama-sama di sungai. Sebenarnya Aduy seringkali dilarang oleh ibunya untuk mandi di sungai, soalnya beberapa kali Aduy hampir tenggelam oleh pusaran sungai yang menggulung di bawah permukaan sungai. Pusaran ini konon pernah menelan korban, seorang anak kecil loh…hi..serem yah. Ceritanya bermula pada musim hujan saat air sungai sedang deras-derasnya, ketika itu anak kecil tersebut meloncat dari jembatan bambu diatas sungai, dan setelah meloncat anak itu seperti terputar-putar arus, sesekali kepalanya muncul ke permukaan dan kemudian masuk kembali kedalam sungai. Karena saat itu tidak ada pemuda atau orang tua yang sedang berada di sungai, teman-teman anak kecil tersebut tidak kuasa membantunya, dan akhirnya anak kecil itupun hilang tergulung arus, hingga 3 hari baru diketemukan dengan jasad tidak bernyawa lagi . Oleh karena itu biasanya kami tidak akan berani mandi di sungai kalau tidak ada pemuda atau orang-orang tua di sungai.

Malam harinya, setelah belajar biasanya Aduy lanjutkan dengan nonton bareng acara-acara TVRI di rumah Aduy ( bukan karena fanatik TVRI, tapi karena waktu itu hanya TVRI-lah satu-satunya Stasiun TV :P ). Kegiatan nonton bareng ini, biasanya dihadiri oleh tamu-temu kehormatan dari tetangga sebelah karena waktu itu di kampung masih jarang yang memiliki TV. Namun demikian hikmah dari “nebeng” nonton-nya para tetangga ialah kebersamaan diantara keluargaku dan para tetangga semakin erat bahkan sudah seperti keluarga (walaupun kadang-kadang membuat ibuku “tekor” kopi, teh, gorengan serta cemilan lainnya) setiap malam.
Beranjak ke kelas 3 SD, aduy dan keluarganya akhirnya harus meninggalkan kampungnya yang tercinta untuk hijrah ke Jakarta agar Ayah Aduy tidak harus bolak-balik Jakarta – Subang terus. Walaupun harus pindah ke Jakarta, kenangan-kenangan indah di kampungnya dulu tidak akan pernah terlupa dari sanubari Aduy, dan akhirnya Aduy beserta keluarga telah siap membuka lembaran baru di Ibukota.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
0

Sejengkal Tanah, Setetes Darah

Posted by duniayuda on Agu 17, 2010 in Kontemplasi

pahlawanPekik kemerdekaan berkumandang di seantero Nusantara. Pagi itu seluruh pejuang dan rakyat Indonesia tersenyum dan menangis bahagia karena mulai hari itu tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia tercinta telah menjadi Bangsa yang merdeka.

Kini tepat 65 tahun setelah ’senyum kemerdekaan’ itu mengembang, hatiku dihantui rasa malu dan bersalah. Malu karena rasanya bangsa ini kurang mampu mengemban amanah cita-cita para pejuang masa lalu dan bersalah karena belum bisa berbuat banyak untuk memperbaiki segala kekurangan bangsa ini. Yang aku bisa detik ini hanya mengingatkan.

Mengingatkan bahwa masih banyak PR yang harus kita selesaikan. Kebobrokan moral, birokrasi, ekonomi, pendidikan dan hukum merupakan PR kita bersama, termasuk ‘harga diri’. Harga diri sebagai suatu negara yang merdeka dan berdaulat. Harga diri sebagai satu negara yang memperoleh kemerdekaannya dengan cucuran keringat, tangis dan darah.

Tepat 2 hari sebelum kita menyambut ulang tahun kemerdekaan NKRI ke-65, ‘harga diri’ itupun kembali dipertaruhkan oleh perlakuan salah satu ‘negara saudara serumpun’ Indonesia. Disaat kita dilecehkanan dengan ditangkapnya 3 petugas DKP yang mengamankan 7 nelayan Malaysia yang masuk ke negara kita tanpa izin, bahkan di kawasan kita sendiri. Semestinya kita bisa “mengingatkan” Malaysia dengan “ketegasan” sikap kita, bahwa setiap jengkal wilayah negara ini didapat bukan dari pemberian para pejajah, tetapi dengan cucuran darah para pahlawan Indonesia, dan bukan untuk dilecehkan oleh negara lain termasuk Malaysia.

Sebagai sesama negara mayoritas Muslim, semestinya negeri jiran mesti mengkaji lagi peristiwa perjanjian Hudaibiyah. Seorang muslim yang baik ialah muslim yang mampu menghormati orang lain termasuk otoritas wilayah. wallahu a’lam bi showaf

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

 
0

…Evaluasi, Luruskan Misi…

Posted by duniayuda on Okt 21, 2010 in Kontemplasi

niatInnama a’malu bin niah…”sesungguhnya amal (perbuatan) itu tergantung niatnya”. Kata-kata itu sungguh sudah kudengar semenjak kecil dulu, namun hingga 27 tahun mengarungi hidup di Bumi ini, baik pengalaman diri sendiri maupun mengamati fenomena masyarakat ternyata objek yang bernama “niat” ini memiliki karakter yang sangat dinamis. Kalau boleh dibilang dinamisasi perubahan harga saham di pasar uang saja kalah cepat oleh perubahan niat pada seseorang. Contoh kasus : Ketika kita ingin menolong lansia yang ingin menyeberang, niat awal kita mungkin ikhlas menolong karena Allah, namun ketika berpapasan dengan orang yang kita kenal mulailah tumbuh pergeseran niat menjadi ingin dilihat sebagai orang baik, dan ketika disodori imbalan boleh jadi niat kita berevolusi kepada mengharapkan imbalan (pamrih).

Di sisi lain setiap manusia mempunyai amanah yang didasari oleh misi (niat), dan pepatah mengatakan amanah itu layaknya du bilah mata pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya, maka tunggulah hingga pedang tersebut melukai tubuh kita sendiri. Niat (misi) Manusia di muka Bumi ialah beribadah kepada Allah SWT, dan amanahnya ialah menjadi Khalifah di muka Bumi. Dua hal inilah yang hendaknya menjadi orientasi dalam setiap bidang yang kita jalani.

Perkara Niat ialah perkara hati, bahan bakarnya ialah keikhlasan, keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. So Evaluasi diri, luruskan misi…

(duh mo nulis apalagi ya ? :P…udah ah lanjutin di episode berikutnya, lagian kayaknya Niatku juga nampaknya sudah mulai terkotori nih..he..he. Ampuni aku ya Allah)

Tags:

 
1

Barokah Cinta

Posted by duniayuda on Apr 10, 2011 in Buku Harian Aduy

10 April 2011
efdfa3dfeaaeea2d6174c2646befe6d7_kartun-jilbab-nikahHari ini aduy tidak berdoa sendiri lagi, hari ini aduy tidak hanya memiliki satu hati, hari ini aduy menjadi Imam bagi keluarganya, hari ini aduy mulai mengarungi samudra kehidupan dengan bahtera cintanya, hari ini Aduy mempersunting seorang gadis yang dicintainya hingga akhir hayatnya nanti…

Gadis itu ialah dia…dia yang menyejukan pandangan mata dan hati aduy…dia yang memiliki kerlingan yang mampu menggetarkan hati aduy…dia yang dapat menjadi penyemangat disaat aduy terjatuh….dia yang menjadi pengingat ketika aduy khilaf…dia yang memiliki hati sebening embun…dialah Dwi Nursanti, istri dari salah seorang lelaki yang paling beruntung di muka bumi ini… Thaks Allah untuk memberikan makhluk terindah untukku :)

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google
  • Live

Tags:

Copyright © 2010-2012 Dunia Yuda All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.5.1 theme from BuyNowShop.com.